Tahun Politik, Saatnya Pilih Pemimpin yang Membela Islam

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sebentar lagi, tahun 2018 akan tiba. Tahun 2018 disebut juga tahun politik, karena akan ada ratusan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan, sekaligus pemanasan untuk Pilpres 2019. Lalu, bagaimanakah kriteria pemimpin menurut Sobat Nida?

Sebagai umat Islam kita dituntut untuk berhati-hati dalam memilih pemimpin, agar memperhatikan ilmu yang dia terapkan serta keimanannya yang merupakan syarat utama untuk menjadi pemimpin. Memilih pemimpin yang beriman memang tidak disebutkan dalam rukun Islam maupun dalam rukun iman, tetapi sebagai umat Islam kita harus mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sebagaimana dalam surat An-Nisa Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian)?” (QS. An-Nisa’ [4]: 144)

Dalam ayat tersebut, jelas bahwa Alah mengancam akan menurunkan hukuman bagi orang Islam yang melanggar larangan memilih pemimpin nonmuslim. Dan, orang Islam yang mengangkat orang kafir sebagai pemimpin adalah orang yang telah terlepas dari petunjuk dan pertolongan Allah, sebagaimana firman Allah, “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin, pelindung, dan teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah…” (QS. Ali Imran [3]: 28)

Orang-orang Islam yang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin adalah orang-orang munafik dan Allah telah menyediakan untuk mereka azab yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana Allah berfirman, “Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin-pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan hanyalah kepunyaan Allah.” (QS. An-Nisa’ [4]: 138-139)

“Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi, dan kepada wahyu (kitab suci) yang diturunkan kepada Nabi, niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang kafir itu menjadi pemimpin. Tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Maidah [5]: 80-81)

Memilih pemimpin dalam Islam adalah suatu hal yang wajib diutamakan untuk mengatur negara, kota, ataupun daerah. Jika kita memilih pemimpin yang tidak seiman, tidak mempunyai ilmu pengetahuan, tidak adil, tidak menjalankan amanah, tidak jujur, maka akan mengundang kerusakan. Nauzubillahi min zalik. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber: hidayatullah(dot)com, rumaysho(dot)com  dan berbagai sumber
Ilustrasi: Google

 

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...