THE POWER OF KECAP

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Penulis: Nining Ar 
 

“Burhaaannn… mana kecap Emak???” suara emak Burhan menggelegar sampai ke seantero jagat raya, dikarenakan kecap buat nasi goreng pagi ini raib isinya tinggal botolnya doang. Yang diteriakin malah ngumpet di balik bantal.

“Dasar anak kecap looo!” teriak emaknya lagi

“Lah… jadi emak siapanya kecap, doook?!” terdengar sahutan dari kamar

“Eeeh… jawab lagi! Udah sana tolong beliin kecap, nggak enak nih nasi gorengnya kalo nggak pake kecap. Cepetaaannn!”

Tanpa dikomando, Burhan langsung aja lompat bak superman dari balik kasur.

BUM!!! Terdengar bunyi sesuatu jatuh di lantai. Semacam semen satu sak dilemparin ke tanah, diususul suara ADUUHH.

“Eh apa lagi tuh yang lo jatuhin, Burhan??? Duh ini anak… ya ampyunnn!” emak Burhan pasang gaya bak Peggy Melatisukma di sinetron era 2000 awal.

“Burhan yang jatuh, Mak. Atiiit…,” ringisnya.             

“Rasain! Tuh kan, masih di dunia aja kalo bikin kesel hati emak, udah dapat balesan! Apalagi di akhiraaattt!”

“Iya deh, Mak. Burhan mohon ma-aaap banget. Tadi malam Burhan laper banget, nggak ada sayur, jadi kecapnya Burhan abisin deh jadinya,” ucapnya memelas.

Si emak cuma bisa tarik nafas.

“Heran deh sama lo, perasaan waktu ngidam emak nggak pernah ngidamin kecap. Lah ini kok bisa-bisanya lo sukaaa banget ngembatin kecap?”

“Udah donk, Mak, omelannya. Nanti emak nambah cantik kalo marah. Heheee.” Burhan mencoba membujuk emak tersayangnya itu sambil kedip-kedip mata.

“Dasar…! Cepetan beli kecapnya sana!”

Dengan langkah bayangan seribu, Burhan langsung melesat ke warung mpok Jamilah buat beli kecap.

Eh pembaca yang budiman… pada tau kan wujudnya kecap???

Hitam, kental, manis-manis asin gitu. Dari bayi panda ngunyah makanannya sendiri, si Burhan nggak mau makan kalau nggak ada kecap di piringnya.

Pernah dia bilang, “Nasi tanpa kecap itu… bagai malam tanpa bulan dan bintang, bagai Romeo tanpa Juliet, atau bagai taman tanpa bunga…”

“Stop stop stop… nggak usah dilanjutin, Bur, nanti makin panjang tuh pengandaian lo kayak kereta api!” ujar sobat karib Burhan; si Mikel. Konon bokapnya si Mikel dulunya fans banget sama Michael Jackson, makanya anak bontotnya dia kasih nama Mikel Jekson. Harap maklum deh pemirsa, bokapnya si Mikel ini cuma lulusan SD, nggak ngerti tulisan Inggris, jadilah nama Mikel menjadi Mikel Jekson, sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hehehe.

Balik lagi ceritanya ke si Burhan dengan kecapnya yaaa…

Pernah suatu kali mereka kemping perpisahan sekolah ke Puncak, Burhan lupa bawa kecap. Selama seharian Burhan galauuu beudh! Bawaannya lemas, ngegalau, ngomongnya ngalay, nggak mau makan, dibujuk sama Sofie cewek berjilbab yang dia taksir sejak lama juga dia ogah makan. Huh!

Teman-temannya jadi kasian sama Burhan. Setelah hompimpah, mereka mengunjuk yang kalah buat mengemban misi nyari kecap ke warung di pemukiman penduduk, di mana tempat mereka kemping sama kampung penduduk tuh jauhhh sejauh jauhnya. Jalan kaki dua kilo ke bawah! Tapi demi sang Burhan, si teman yang kebetulan apes kalah hompimpah, setengah lara hati menerimanya

“Tenang, Sob, demi lu, gue rela turun ke bawah nyari kecap!” ucapnya dengan jantan, padahal dalam hati terpaksa banget.

Setelah susah payah mendaki gunung lewati lembah lagaknya Ninja Hatori, si teman berhasil membawa kecap buat Burhan walaupun dapatnya cuma satu sachet ukuran 250 mili.

“Aduh, Sooob… makasih bangettt! Lo udah nyelamatin hidup gue. Hiks.” Burhan sampai meluk si Somad sambil tersedu-sedu. Teman-teman yang ngeliatnya juga jadi menitikkan air mata pertanda terharu. Huwaaa.

Setelah itu seperti prajurit habis perang, Burhan balas dendam. Sekali santap, dua piring ludes. Tapi karena jatah kecapnya cuma satu sachet, Burhan jadi irit-iritan. Kempingnya kan masih dua hari lagi, Bro!

Dari peristiwa itu Burhan nggak pernah alpa lagi bawa kecap kemana-mana. Kayak anak TK yang nggak pernah lupa bawa bekal sama botol minuman dalam tasnya.

***

Suatu kali, ketika SMA, mereka dapat tugas mengarang oleh guru bahasa Indonesia, temanya adalah “Makanan Favorit”. Sudah pasti nggak usah ditebak, Burhan membuat judul karangannya ”The Power of  Kecap”.

Karena di antara semua karangan siswa punya Burhan yang beda sendiri, Burhan jadi terpilih mewakili teman-temannya maju membacakan hasil karangan. Burhan maju ke dapan kelas, batuk-batuk sedikit, mendehem sedikit.

Tes-tes… satu dua tiga… ehemmm…. ehemmm.

Kawan-kawannya yang sudah menunggu jadi rada sebal. “Cepetan donk baca, Bur!!!” si keriting yang duduk di pojokan sana langsung melontarkan kekesalannya.

“Ok, saudara-saudara, harap sabar...” ujar Burhan enteng.

“Namaku Burhan bin Muhammad Salim, kawan, kalian cukup memanggiku Burhan tapi pliisss jangan memanjangkan namaku jadi Burung Hantu, ya… Karena nama itu adalah do’a.”

“Udah tau…!” seperti koor, kawan-kawan sekelasnya membalas salam perkenalan Burhan.

“Ok ok… kita lanjutkan. Makanan favoritku adalah kecap, aku suka kecap, kalau kalian tanya kenapa aku suka, aku tidak bisa memberikan alasannya, aku dan kecap itu seperti definisi cinta. Kata buku yang saya baca, jika benar-benar cinta kau tak akan mampu memberikan alasannya, sebab ia hadir melalui hatimu.” Burhan jeda sejenak.

“Cieeeee… cuit cuit…,”  Burhan cuma cengengesan disuit-suitin begitu.

“Rasa kecap itu unik, kawan. Manis-manis asin. Jika dicampur pada makanan lain, rasanya akan terus membaur bersama makanan. Kata emak, hidup juga begitu, kadang manis, kadang juga asin, kitalah yang harus menyesuaikan diri menerimanya, mencampurnya dengan sikap hidup, agar hidup ini bisa lebih berasa, seperti kecap.” Burhan mulai berfilosofi.

Kawan-kawannya hening, menunggu penuturan Burhan selanjutnya.

“Kecap itu dari kedelai, kawan. Kalian tau makna dari kedelai??? Kedelai, walaupun kau olah jadi apa saja: tahu, tempe, susu, atau kecap, baunya akan terus terasa, Itulah filosofi kedelai. Sebuah keteguhan mempertahankan eksistensi. Jujur menampilkan diri apa adanya. Seperti aku ini. Hehehehe.”

Kawan-kawannya cuma mesem-mesem, dapat respon begitu Burhan pun melanjutkan.

“Itu baru asal mulanya. Kalian pernah lihat botol kecap? Cobalah tuangkan air putih ke dalam botol kecap kosong yang belum dicuci bersih, lantas kocok. Amati apa yang terjadi: air di dalamnya tetap keruh karena masih tercampur sisa kecap yang tertinggal di dasar atau dinding botol. Bila ingin air tersebut tetap bening saat ditaruh dalam botol kecap, sudah barang tentu botol tersebut perlu dibersihkan tak hanya bagian luar botol, tetapi bagian dalamnya juga.

Nah. Itu artinya, bila kita ingin membersihkan diri dari segala perbuatan tercela yang pernah dilakukan sebagai sebuah pertobatan, ibarat botol kecap dan air. Botol kecap diibaratkan harta yang dicari dan air putih itu adalah doa dan amal ibadah. Keduanya tidak mungkin bersatu. Sebab itu di saat seseorang ingin menyucikan dirinya, semua kotoran di dalam diri dan hartanya harus dibersihkan. Seperti membersihkan botol kecap tadi, kita harus sering-sering menuangkan air putih ke dalamnya secara terus menerus seperti sedekah, amal soleh, infaq, zakat, agar harta kita bisa benar-benar bersih.”

“Kecap juga mengandung vitamin dan zat besi yang membuat kita sehat. Itulah, kawan, alasan kuat kenapa aku suka pada kecap. Dalam sebotol kecap ada banyak filosofinya, selain banyak rasa juga. Tapi jangan kau sangka aku hitam karena kecap, kawan, sebab kulitku hitam bukan karena makan kecap setiap hari. Aku hitam karena aku orang Indonesia tulen, karena kalau aku putih berarti aku bukan anak emak sama abahku, dooong? Kan mereka juga hitam. Hehehe.”

Plok… plok… plok.

Burhan dapat tepuk tangan akbar dari kawan-kawan sekelasnya, sebagian dari mereka malah ada yang berdiri menunjukkan penghormatan dan kagum pada Burhan. Bu guru juga memberikan senyumnya yang menawan.

Burhan turun panggung terasa pemenang, tak disangka ternyata kecap yang karenanya tadi pagi dia diomelin sama sang nyokap, hari ini di sekolah telah membuatnya bangga menjadi penggemar sejati kecap. Kecap membuatnya jadi tambah percaya diri, padahal tugas mengarang yang disuruh bu guru semalam itu filosofinya dia ambil dari mbah Gugel, habisnya dia nggak tau mau cerita apa, karena dia juga nggak bisa kasih alasan kenapa sangat suka pada kecap, seperti yang dia tuturkan di awal karangannya.

Esoknya di sekolah, Burhan kembali mendapat kejutan dari teman-temannya. Ternyata Burhan ultah hari itu, tak tanggung-tanggung, pak Jaelani si Guru Killer nan susah senyum yang kebetulan adalah wali kelas mereka, ikutan memberi kejutan buat Burhan.

Burhan dapat kue berbentuk botol kecap, di tengahnya ada tulisan: “Happy Birthday, Burhan si Anak Kecap!” Burhan jadi cengengesan surprise sambil garuk-garuk kelapanya yang nggak gatal.

“Selamat ulang tahun, Burhan, semoga kamu besok sukses jadi juragan kecap!” kata pak Jaelani.

“Aamiin… makasih, Pak.” Juga kawan-kawannya yang lain pada ngasih ucapan selamat dan bingkisan berbagai bentuk. Burhan senang bukan main, seperti niatnya tadi dari rumah, dia mentraktir kawan-kawannya makan bakmi di kantin sekolah. Pssttt… semalam sore dia habis mecahin celengan ayamnya buat nambahin duit traktiran makan-makan. Heuw, co cwiittt!

Pulang sekolah, biasa Burhan jalan kaki bareng Mikel. Hari ni dia harus minta bantuan wak Sanip tukang becak yang selalu mangkal di luar pagar sekolah, saking banyaknya bingkisan dari kawan-kawan.

Di rumah, emak Burhan kaget bukan main.

“Dapet kado banyak bener lo, Han…”

“Iya donk, Mak. Kan Burhan anak baik di sekolah, jadi kawan-kawan iurhan juga baik.”

“Wah… lu emang anak emak, Han, bangga emak. Walopun sering buat kesal… sana makan ajak si Mikel, emak masakin semur ayam kesukaan lo. Nanti sholat Zuhur, baru kita bukain nih kado-kado.”

Ditawarin makanan gratis, Mikel jadi cengar cengir, “makasih, Mak...,” ucapnya, sambil ngikutin Burhan ke belakang.

Selesai menunaikan amanah emaknya, mereka pun membuka satu persatu kado pemberian teman-temannya. Dan semua isinya adalah… KECAP! ^_^

SELESAI

 

 

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...