Tips Jitu untuk Melupakan Hal-hal yang Menyakitkan Hati

Fashion-Styles-for-Girls-Online

"Aku udah maafin kamu kok, tapi maaf Kita nggak akan bisa seperti dulu lagi."

 

Sobat Nida, pernah nggak disakiti atau dikhianati oleh seseorang sampai rasanya dunia mau berakhir? Atau seolah jantung tengah ditikam bertubi-tubi menggunakan pisau? Pokoknya sakit banget deh.

 

Disakiti itu memang nggak enak ya Sob? Apalagi kalau yang menyakiti adalah sahabat atau orang terdekat. Tapi ya begitulah hidup. Ada banyak hal yang terkadang nggak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

 

Sebagai manusia biasa, Nida juga pernah merasakan sakit hati, Sob. Tapi berhubung Nida bukan orang yang pendendam, akhirnya Nida memutuskan untuk mencoba berdamai dengan masalah yang Nida hadapi.

 

Nida punya tips nih Sob, supaya hati lebih tentram

 

1. Terima

 

Langkah awal yang perlu kita lakukan jika benar-benar ingin berdamai dengan hati adalah dengan menerima apa yang sudah atau pun tengah kita alami. 

 

Nggak gampang memang nerima kenyataan yang pahit. Beberapa orang bahkan lebih memilih untuk mengingkarinya. Alhasil, seseorang yang belum dapat menerima kenyataan pahit yang dia alami biasanya akan menghabiskan waktunya untuk membenci. Membenci orang yang menyakitinya, membenci masalahnya, membenci masalalunya, membenci dirinya sendiri, bahkan membenci ketetapan yang sudah Allah gariskan.

 

Hmm ... Nggak mau kan Sob, kita dimasukkan ke dalam golongan hamba-Nya yang kufur?

 

2. Maafkan

 

Setelah menerima kenyataan, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan memaafkan. Bukan hanya memaafkan orang yang menyakiti, tetapi juga memaafkan dirinya sendiri.

 

Memaafkan memang bukan hal yang gampang Sob, tapi juga bukan hal yang nggak mungkin buat dilakuin. Sobat Nida pasti juga pernah baca kan? Kalau ternyata di dalam Al-Qur'an lebih banyak tertulis tentang anjuran untuk memaafkan dibandingkan meminta maaf. Itu artinya memaafkan memiliki derajat yang lebih besar di sisi Allah SWT.

 

3. Ikhlaskan 

 

Langkah terakhir yang harus Sobat Nida lakukan untuk dapat benar-benar berdamai dengan hati adalah dengan mengikhlaskan. 

 

Harus Nida akui Sob, fase ini adalah fase yang paling berat. Butuh perjalanan panjang, terjal dan berliku bahkan berdarah-darah untuk dapat mewujudkannya. Tapi, ketika kita sudah berhasil melewatinya, In Syaa Allah hati kita lebih tenang, dan kita bisa menjadi hamba Allah yang lebih bersyukur lagi.

 

Nah itu dia yang biasanya Nida lakuin supaya hidup Nida tentram tanpa harus menyimpan dendam dari masalalu. Sobat Nida pasti punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah yang tengah di hadapi kan? 

 

Semoga bermanfaat.

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...