Untukmu yang Merasa Bosan Berbuat Baik

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernahkah merasa bosan berbuat baik? Percaya nggak kalau ada orang aneh seperti ini? Ia merasa jenuh karena merasa telah terus-menerus berbuat hal baik. Astaghfirullah. 

Bisa jadi karena ia merasa perbuatan baiknya tidak membuatnya memperoleh apa yang ia harapkan dari Allah, bisa jadi pula ia tergiur dengan kemudahan yang diterima oleh orang-orang yang berbuat keji dan nista, "Kok orang yang tidak beribadah, tidak berbuat baik, tapi malah mendapatkan kenikmatan yang banyak..."

Kalau kamu termasuk orang-orang yang bosan berbuat baik, camkan hal berikut:

1. Dunia ini adalah hal sepele dan remeh

Kamu merasa berbuat baik justru membuatmu terjauh dari kenikmatan duniawi? Karena berkata dan berbuat jujur... jadinya tidak bisa memiliki rumah sebagaimana rekan-rekan yang lain. Karena menghindari zina, jadinya kamu tak bisa merasakan nikmatnya kebebasan sebagaimana para pelaku seks bebas? 

Sadarilah bahwa kenikmatan yang membuatmu iri tersebut hanyalah hal sepele, remeh, dan tidak ada apa-apanya, karena dunia ini tidak lebih berharga daripada bangkai anak kambing yang cacat.

“Dari Jabir bin Abdullah RA, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam pernah masuk ke pasar melalui jalan yang tinggi dengan diikuti orang banyak di kanan kiri beliau. Kemudian beliau menemukan seekor anak kambing yang mati dengan kedua telinga yang kecil. Setelah itu beliau mengangkat anak kambing itu dengan beliau pegang telinganya seraya bertanya, “Siapakah di antara kalian yang mau membeli kambing ini seharga satu dirham?” Orang-orang menjawab, “Tentu kami tidak ingin membelinya ya Rasulullah. Untuk apa membeli kambing yang telah menjadi bangkai.” Beliau bertanya lagi, “Apakah ada di antara kalian yang ingin memilikinya tanpa harus membeli?” Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya kambing itu masih hidup, maka kambing tersebut cacat, yaitu telinganya yang kecil. Terlebih lagi kini ia telah menjadi bangkai.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, “Demi Allah, sungguh dunia itu di sisi Allah nilainya lebih hina daripada hinanya bangkai anak kambing ini di mata kalian.” {Muslim 8/210-211}

2. Bisa jadi kamu belum pernah melakukan kebaikan dengan ikhlas, dan kebaikan tanpa keikhlasan bisa jadi tak ada artinya di sisi Allah

Orang yang merasa telah banyak berbuat baik, namun kemudian merasa jenuh karena telah banyak berbuat baik, sangat mungkin hatinya terjauh dari keikhlasan. Sangat mungkin amalan baiknya selama ini sebenarnya tidak berarti di hadapan Allah, hanya sekadar pencitraan dirinya sendiri di hadapan manusia. Artinya, ia telah tertipu dengan amal yang dilakukannya. Na'udzubillah min dzalik.

3. Berbuat buruklah, maka keburukan pun akan menimpamu pada akhirnya

Kalau berbuat baik saja tidak membuatmu bahagia selama ini, apalagi berbuat buruk. Karena kenikmatan yang kau lihat dari sisi orang-orang yang bertindak keji, bukanlah kenikmatan yang sifatnya abadi dan dari hati, melainkan kenikmatan istidraj yang bersifat sementara saja.

Sobat Nida, jadilah orang yang berbuat baik dan terus bersabar berbuat baik. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.
Foto ilustrasi : Google 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...