Untukmu yang Sering Remehkan Siksa Neraka

Fashion-Styles-for-Girls-Online

"Gue mah mending masuk neraka, bisa ketemu banyak seleb luar negeri yang pada kafir. Asik kaan jadinya bisa selfie di sono."

"Halah... masuk neraka palingan bentar doang, yang penting kalau kita muslim ujung-ujungnya ke surga juga kaan? "

Sobat Nida, pernah dengar ucapan semacam itu? Orang yang berani meremehkan siksa neraka biasanya sih orang yang banyak maksiat dan biasa berbuat dosa, jadi hatinya nggak peka lagi alias nggak sensitif lagi untuk sekadar tergetar merasa takut atas siksa Allah yang hanya ditimpakanNya pada orang yang zalim dan melampaui batas.

Untukmu yang biasa meremehkan siksa neraka, Allah telah menjelaskan tentangmu dalam qur'an:

“Dan mereka berkata: ‘Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.’ Katakanlah: ‘Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya? Ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.’" (QS. Al Baqarah: 80)

Tahu nggak sih apa yang sedang kamu remehkan itu adalah malapetaka yang akan kamu sesali di kemudian hari? 

“Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” Mereka menjawab: “Benar ada”, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan(nya) dan kami katakan: “Allah tidak menurunkan sesuatupun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”. Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. ” (QS. Al Mulk: 6-11)

Saran Nida, jangan sekali-kali meremehkan siksa neraka, karena sikap meremehkan ini sudah jadi indikasi bahwa kamu akan terlalaikan dari upaya menjauhkan diri dari neraka. Ibarat orang yang tidak takut suara klakson kereta, padahal klakson kereta dibunyikan memang untuk menakut-nakuti agar orang-orang tidak melintas, berbahaya. Tapi bagaimana dengan orang yang tidak merasa takut mendengar klakson besar tersebut? ketidaktakutannya ini akan membuatnya tidak waspada dan sangat mungkin tersambar kereta yang sedang melintas.

Orang-orang yang beriman pada Allah tentu memiliki rasa takut akan neraka, bahkan para Sahabat Rasulullah yang sudah dijamin surga pun merasa gentar saking takutnya akan dosa-dosa yang bisa menjatuhkan mereka ke neraka. Lah, bagaimana mungkin diri kita yang ibadah sekadarnya dan tidak ada jaminan apapun ke surga, merasa bahwa neraka adalah hal yang remeh? Astaghfirullah, sungguh Allah tak memberi petunjuk pada orang zalim.

Sobat Nida pernah merasakan bagaimana perihnya ketika kulit terbakar? Itu baru api di dunia, itupun baru membakar lapisan kulit. Sedangkan di neraka, apinya tidak hanya membakar lapisan kulit tapi sampai membuat otak mendidih. Terbayang perihnya seperti apa? Dan satu hari di neraka, kadarnya bagaikan seribu tahun. Setiap kali jasad kita hancur atau hangus, maka digantikan dengan jasad yang baru agar siksa itu terus terasa. Masih mau mencoba jajal siksa neraka meskipun sehari saja? Silakan cicipi dulu rasanya tersundut rokok atau terkena minyak goreng yang mendidih. Kalau itu saja tidak kuat, jangan berani-beraninya meremehkan azab di neraka kelak, bahkan menantang ingin masuk ke dalamnya.

“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami Ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab.” (An-Nisa’ 56)

Sungguh, siksa neraka itu merupakan kehinaan Sob. Jadi jangan sekali-kali kita mengaku bersedia ingin mendapat kehinaan itu. 

“Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu” (Asy-Syura: 45).

Semoga artikel singkat ini ada manfaatnya.
 
Foto ilustrasi : Google 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...