Wah, Ternyata Capung Bisa Menjadi Indikator Ini Lho

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Dulu, kita sangat sering melihat capung di halaman rumah, taman, dan lainnya. Akhir-akhir ini, capung sangat sulit ditemui. Ternyata, capung ini merupakan bio-indikator perairan dan lingkungan yang sehat lho Sobat Nida.

Capung yang paling umum dijumpai adalah jenis capung jarum. Di pulau Jawa, capung ini terdapat di daerah yang masih terjaga lingkungannya sampai ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut.

Capung merupakan binatang yang unik, dalam daur hidupnya di mana fase pupa hidup di air, dan hanya pada air yang bersih. Itu sebabnya, jika capung hilang atau langka populasinya di lingkungan kita itu merupakan pertanda bahwa kualitas air di sekitar kita telah rusak atau tercemar.

Capung memiliki empat sayap yang transparan, bentuk kepalanya besar, memiliki toraks yang kuat, tidak memiliki ekor, tetapi memiliki berbagai umbai ekor yang telah berkembang dengan baik. Mata capung umumnya besar dan merupakan mata majemuk, yang terdiri mata kecil (ommatidium), sehingga bisa melihat ke segala arah.

Selain itu, capung juga mempunyai keunikan lain. Bentuk tubuhnya merupakan inspirasi bagi para ahli dalam membuat pesawat terbang dan ditiru untuk helikopter. Binatang ini bisa terbang maju maupun mundur yang tidak dikuasai oleh berbagai binatang yang terbang. Kepakan sayapnya yang tipis dan ringan, atau lebih pas dikatakan bergetar, bisa membuat capung diam di udara dalam keadaan stabil.

Capung banyak hidup di daerah seperti pegunungan, hutan, persawahan, danau, sungai hingga perkotaan yang memiliki aliran air bersih dan pepohonan yang teduh. Siklus hidup capung dimuali dari telur. Air bersih dibutuhkan untuk meletakkan telurnya. Setelah menetas, larva capung hidup di dasar perairan. Larva capung merupakan predator yang ganas, dia bisa memakan ikan yang kecil atau jentik-jentik nyamuk. Setelah dewasa, barulah capung muncul dari dalam air dan terbang.

Setelah kita tahu kondisi kota Jakarta yang sekarang, polusi, sungai banyak tercemar, jarang ditumbuhi pohon. Jangan harap Sobat Nida bisa melihat binatang yang satu ini. Karena capung sangat bergantung pada habitat perairan (sawah, sungai, danau, rawa, atau kolam) yang masih bersih. Itu sebabnya, capung dianggap sebagai salah satu indikator kondisi lingkungan. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber: papasemar(dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: Google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...